selamat datang di blog ini gohardline.blogspot.com "explore your self" mencoba menggali potensi diri anda melalui blog ini selamat menikmati semoga bermanfaat. [di support dari beberapa blog yang ada]....contact me : 085723036693

Tentang Blog ini

Ada banyak alasan saya menulis blog, salah satunya adalah untuk berbagi sekaligus mengikat ilmu yang selama ini saya pelajari. Untuk alasan lengkapnya, silakan Anda baca pada posting berikut. Ya, saya merasa telah mendapat manfaat yang banyak dari berbagai hal yang pernah saya pelajari dan diajari oleh guru-guru terbaik. Saya berpikir mungkin hal yang sama akan bermanfaat pula bagi banyak orang.
Blog ini berjudul Explore Your Self. Nama yang dipilih untuk mengajak saya dan Anda pembaca semua melakukan eksplorasi di dalam diri. Menemukan harta berharga yang tersembunyi untuk dikeluarkan dan memberikan manfaatnya. Ibarat sebuah pohon hadir untuk memberikan buah, seorang manusia juga lahir untuk menjalani potensi dirinya, fitrah diri yang akan membawa peran penting di masyarakat.
Dengan tagline personal development tips for everyone, blog ini berusaha memberikan tips-tips praktis terkait pengembangan diri menuju pribadi yang lebih baik.
Tampilkan postingan dengan label Presentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Presentasi. Tampilkan semua postingan

Rahasia Di Balik Sukses Setiap Presentasi

Sabtu, 19 Desember 2009

Apa yang membedakan presentasi yang sukses dan yang tidak?
Apa yang bisa membuat sebuah presentasi berkesan dan apa yang membuatnya membosankan?
Memberikan presentasi yang sukses adalah harapan dari setiap presenter. Sukses dalam mencapai tujuan presentasi tersebut: apakah untuk memberikan informasi, meyakinkan seseorang, atau memberikan inspirasi bagi audiens.
Lantas apa yang membedakan antara presentasi yang sukses dengan presentasi yang biasa-biasa saja?
Secara sederhana, berikut adalah rahasia sukses dari tiap presentasi. Anda akan menemukannya dalam setiap presentasi atau pidato orang-orang besar yang bisa meyakinkan siapa saja yang mendengarnya.

1. Keyakinan

Keyakinan atas materi yang disampaikan memegang peranan penting. Bagaimana mungkin Anda dapat meyakinkan audiens jika diri sendiri tidak yakin atas materi presentasi yang dibawakan? Hal pertama yang harus dimiliki oleh seorang presenter adalah meyakini apa yang disampaikan sesuatu yang benar, penting dan bermanfaat bagi audiens. Yakinkan dahulu diri Anda sebelum meyakinkan orang lain.
Caranya adalah menggali dengan mendalam apa yang hendak Anda sampaikan, mengapa hal tersebut penting dan bermanfaat, serta apa yang akan dirasakan audiens ketika mendengarnya nanti. Jika Anda benar-benar tidak yakin, mungkin presentasi itu seharusnya ditinggalkan saja karena mungkin memang bukan buat Anda sampaikan.

2. Percaya Diri

Banyak orang mengalami masalah dengan percaya diri. Ya, kita tidak pede ketika harus tampil di hadapan orang banyak. Berdiri di depan mereka dan menyampaikan sesuatu untuk meyakinkan mereka. Seringkali yang menjadi penghambat untuk percaya diri adalah rasa minder atau kecemasan yang berlebihan. Seorang pecundang hanya membayangkan sesuatu yang sulit akan terjadi padahal itu hanya terjadi di pikiran, bukan kenyataan. Ketika hal-hal negatif terus menerus menghantui dan membayangi, akhirnya akan menjadi kenyataan karena di bawah sadar Anda telah menciptakan kegagalan.
Bayangkanlah sesuatu yang positif seperti audiens akan terkesan dan berterima kasih atas presentasi Anda yang bermanfaat dan meyakinkan. Ingat, pembicara terbaik sekalipun tetap merasakan sedikit kecemasan ketika akan memulai presentasinya. Jadi manfaatkan rasa cemas tersebut dan jadikan sebagai sesuatu yang membuat Anda percaya diri. Ingat, percaya diri tidak sama dengan sombong dan audiens akan bisa membedakan antara orang yang percaya diri dengan orang yang sombong. Ketika Anda percaya diri, maka Anda bisa tersenyum dengan lepas, berdiri dengan berwibawa, serta menghargai diri sendiri dan audiens yang mendengarkan.

3. Energi dan Passion

Perhatikan orang-orang yang berpresentasi dengan mengeluarkan energi dan passion di dalamnya. Pasti setiap pendengar akan bisa merasakan dan cepat atau lambat akan segera terkena wabah energi dan passion tersebut. Karenanya dalam setiap presentasi, tunjukkan energi positif Anda dalam berbicara, sikap tubuh, maupun gesture. Seorang presenter yang berbicara terlalu pelan akan membuat audiens mengantuk. Atau sikap tubuh yang malas juga akan membuat audiens kehilangan perhatian.
Menunjukkan energi bukan berarti berbicara dengan keras sehingga berteriak. Bukan pula menunjukkan sikap tubuh berlebihan seperti orang yang sedang berolahraga. Energi adalah di mana Anda rileks namun bertenaga, yakin tapi tidak keras kepala, bersemanagat tapi tidak asal labrak. Sedangkan passion adalah di mana Anda menunjukkan hasrat dan minat yang kuat terhadap apa yang disampaikan. Sesuatu yang Anda anggap penting dan audiens pun akan turut merasakan semangat yang sama. Ingat energi dan passion ini bersifat menular.
Jika Anda memiliki energi dan passion, audiens pun akan merasakannya. Hal yang sama berlaku jika Anda terlihat loyo dan tidak bersemangat, audiens pun kehilangan gairah dan cenderung tidak perhatian atas apa yang Anda sampaikan.

4. Menjadi Diri Sendiri

Mungkin Anda pernah mendengar pidato-pidato hebat atau presentasi yang meyakinkan dari berbagai orang terkenal. Apa yang mirip dari mereka satu sama lain? Ya, mereka menjadi dirinya sendiri. Mereka memanfaatkan kekuatan yang ada pada dirinya sehingga apa yang disampaikan menjadi original, khas dan tidak dibuat-buat. Boleh saja Anda mencontoh gaya berpresentasi seseorang tapi tetap tidak boleh menghilangkan sisi pribadi Anda.
Jika Anda orang yang kocak, manfaatkan selera humor yang Anda miliki. Jika Anda orang yang serius, manfaatkan gaya dan analisa Anda yang tajam. Jika Anda orang yang pendiam, manfaatkan gaya perenungan Anda yang mendalam ketika menyampaikan presentasi. Jadilah diri sendiri dan manfaatkan gaya pribadi Anda yang unik dalam presentasi.
Keempat hal di atas adalah rahasia untuk menjadi presenter atau pembicara yang sukses. Semuanya bersifat sangat umum dan dapat digunakan dalam kesempatan apa saja baik presentasi bisnis, pendidikan dan pengajaran, public speaking atau berbicara di forum terbatas.
Selamat mencoba!
Anda punya rahasia lainnya? Silakan sampaikan pendapat dan komentar Anda!
Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Tips Agar Presentasi Selalu Diingat Audiens


    Manusia gampang lupa. Setiap hari kita menjalani berbagai aktivitas yang membuat lupa apa yang pernah kita dengar. Hal yang sama berlaku ketika Anda memberikan presentasi. Audiens akan segera lupa atas materi yang Anda sampaikan. Lantas bagaimana caranya agar presentasi Anda selalu diingat oleh audiens?
    Dalam tulisan sebelumnya kita telah belajar bagaimana merancang alur presentasi danmempersiapkan kalimat pembuka. Berikut saya akan menjelaskan tips sederhana agar presentasi Anda mudah diingat dan selalu dikenang oleh audiens.

    Perhatian Manusia Terbatas

    Rentang perhatian seseorang (span of attention) ketika mendengarkan sangat terbatas. Kita tidak bisa mengingat seluruh informasi yang kita dengarkan. Apalagi mendengarkan tidak bisa diulang kembali. Hal ini berbeda dengan informasi tertulis. Jika ada yang terlewat, dengan mudah kita dapat mengulang kembali halaman sebelumnya. Tapi ketika mendengarkan presentasi, apa yang sudah disampaikan telah berlalu. Kalaupun ada yang kurang jelas baru bisa ditanyakan pada sesi tanya jawab. Apa yang lewat tidak bisa diulang kembali. Walaupun demikian ada satu pengecualian yakni jika sang presenter mengulangnya untuk audiens.
    Jika kita amati, perhatian manusia cenderung terfokus pada bagian awal dan bagian akhir dari suatu pembicaraan. Ini berlaku hampir di segala hal mulai dari mendengarkan ceramah, mendengarkan presentasi, belajar di kelas, menonton film atau kegiatan apa saja.
    Itu sebabnya Anda akan mudah menceritakan bagian awal dan akhir suatu film tapi kesulitan menjelaskan bagian tengahnya. Anda masih bisa mengingat detail momen yang terjadi di awal dan di akhir, tapi Anda akan kesulitan untuk menceritakan detail yang sama yang terjadi di tengah jalan cerita. Hal yang sama berlaku ketika Anda mendengarkan sebuah presentasi. Bagian awal dan akhir biasanya masih bisa diingat dengan baik sedangkan bagian tengahnya banyak terlupa.
    Jika Anda mengalami hal seperti itu, maka audiens Anda pun merasakan hal yang serupa. Oleh karena itu, melakukan pengulangan adalah cara agar audiens mudah mengingat apa yang Anda sampaikan. Hal ini akan membuat presentasi Anda berdampak kuat (impactfull) karena diingat dengan baik, dari awal sampai akhir.

    Prinsip Pengulangan

    Dalam dunia komunikasi, dikenal prinsip pengulangan yang sangat sederhana terdiri dari 3 langkah:
    1. Tell them what you are going to tell
    2. Tell them
    3. Tell them what you have told them.

    Langkah Pertama: Tell them what you are going to tell

    Ceritakan apa yang akan Anda jelaskan pada slide berikutnya

    Ketika Anda memberikan presentasi, jangan lupa memberikan pendahuluan atau garis besar apa yang akan Anda sampaikan pada slide berikutnya. Dengan demikian, sebenarnya Anda mempersiapkan audiens agar menyimak dengan baik. Tidak hanya itu, audiens juga sudah siap dengan penjelasan yang akan mereka dengarkan sehingga bisa fokus pada detail tertentu dari informasi yang akan disampaikan.
    Misalkan dalam contoh presentasi berikut tentang Social Networking Site. Ketika hendak masuk ke slide berikutnya yang menjelaskan pertumbuhan situs sosial, Anda bisa menyampaikan hal berikut:
    “Pada slide berikutnya, kita akan melihat bagaimana pesatnya pertumbuhan situs social network dalam 3 tahun terakhir. Anda akan melihat bagaimana pemain-pemain baru di industri ini datang silih berganti dan mengambil alih kepemimpinan pasar.”
    Perhatikan kalimat di atas. Kedua kalimat tersebut mengantarkan audiens agar secara mental siap dengan apa yang akan segera dijelaskan. Jika tadinya perhatian mereka tertuju ke tempat lain, maka sekarang mereka sudah siap dengan slide yang akan ditampilkan.

    Langkah Kedua: Tell them

    Jelaskan inti dari slide tersebut
    Setelah memberi pengantar sebelum slide ditampilkan, sekarang Anda menampilkan slide yang dimaksud. Selanjutnya Anda dapat melanjutkan presentasi dengan penjelasan berikut:
    “Jika kita perhatikan slide ini, terlihat ada 5 situs social network besar yang saling berebut pengaruh. Di tahun 2005 Friendster menguasai pasar sedangkan My Space berada di posisi 2. Pada tahun 2006 My Space mengambil alih dan menguasai pasar sedangkan Facebook baru mulai muncul. Sekarang di tahun 2009 Facebook adalah situs sosial terbesar di dunia dengan user lebih dari ratusan juta orang.

    Perhatikan bagaimana cepatnya perubahan kepemimpinan terjadi dalam industri ini. Kita juga bisa melihat bagaimana inovasi yang diciptakan pemain baru bisa menggeser pemain lama yang sudah mapan sekalipun.”

    Langkah ketiga: Tell Them What You’ve told them

    Beri ringkasan dari poin-poin yang baru saja Anda sampaikan
    Setelah menjelaskan poin-poin dari slide tersebut, tibalah saatnya untuk memberikan ringkasan. Anda dapat menutup slide tersebut dengan menyampaikan hal berikut:
    “Demikianlah perkembangan situs social network dari waktu ke waktu dan bagaimana mereka saling bersaing serta merebut pasar.”
    Dengan adanya kesimpulan akan semakin menguatkan pemahaman audiens terhadap apa yang baru saja Anda jelaskan.

    Bagaimana Prinsip Pengulangan Bekerja

    Perhatikan prinsip pengulangan tadi:
    • Bagian awal memberi pengantar dan menciptakan ekspektasi audiens apa yang akan segera mereka dengarkan.
    • Bagian kedua menjelaskan inti dari hal yang ingin dibicarakan dan
    • Bagian terakhir menyimpulkan apa yang telah dijelaskan
    Dengan cara pengulangan seperti ini, audiens akan lebih mudah menguasai informasi yang Anda sajikan. Presentasi Anda menjadi powerful karena dapat diingat dan dipahami dengan baik oleh audiens.
    Mungkin Anda bertanya, bagaimana jika cukup banyak slide yang harus ditampilkan, apakah setiap slide harus dijelaskan dengan cara demikian?
    Jawabnya adalah jika memungkinkan dan cukup waktu “ya”. Pengantar dan pentutup tidak membutuhkan waktu lama. Satu kalimat cukup. Kecuali jika Anda akan menampilan slide yang sangat sederhana maka proses memberi pengantar dan penutup bisa ditiadakan.
    Jika hal tersebut Anda lakukan untuk setiap slide, maka sebenarnya untuk keseluruhan isi presentasi Anda harus melakukan hal yang sama. Dengan demikian presentasi Anda akan memiliki alur sederhana sebagai berikut:
    • Pengantar: Apa yang akan Anda bahas dalam presentasi dan apa saja hal-hal utama yang akan Anda jelaskan.
    • Isi: Seluruh penjelasan dan penjabaran dari presentasi Anda.
    • Penutup: Kesimpulan apa yang telah Anda sampaikan dan rangkuman hal penting yang perlu dikuasai oleh audiens.
    Demikianlah prinsip pengulangan dalam presentasi agar membuat apa-apa yang Anda sampaikan lebih mudah diingat, dipahami, dan dilaksanakan oleh audiens. Akhirnya, presentasi Anda menjadi impactful karena tepat ke sasaran.
    Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Melatih Kemampuan Berbicara Di Depan Publik


    Banyak orang merasa kesulitan jika harus berbicara di depan publik. Ada yang merasa tegang, ada pula yang kurang pede. Tak jarang seseorang berusaha menghindari jika harus tampil dan berbicara di depan publik. Sebegitu sulitkah berbicara di depan umum atau apakah keterampilan tersebut bisa dilatih?
    Sedikit cerita pribadi, saya dulunya adalah orang yang sangat malu dan gugup jika harus berbicara di depan publik. Tak jarang saya lupa apa yang harus dikatakan. Namun setelah melatih diri dengan cara-cara sederhana dalam keseharian, sekarang saya merasa mantap jika harus berbicara di depan publik, bahkan jika harus diminta secara mendadak atau impromptu. Apa rahasianya?
    Berikut beberapa tips untuk melatih kemampuan berbicara di depan publik yang sebagian merupakan pengalaman pribadi saya:

    1. Manfaatkan kesempatan berbicara di mana saja

    Keterampilan berbicara di depan publik sangat tergantung jam terbang. Semakin sering dipraktekkan, akan semakin dikuasai dan lebih nyaman dilakukan. Karena itu, jangan sia-siakan tiap kali Anda memiliki kesempatan berbicara. Apakah diminta memberikan sambutan, memberi komentar, pidato singkat dan lain-lain. Gunakan kesempatan tersebut dan latih kemampuan Anda. Tidak peduli apakah Anda menjadi gugup atau berkeringat. Abaikanlah semua ketakutan dan kekhawatiran. Dalam proses tersebut memang diperlukan situasi ketegangan sampai Anda bisa menyelesaikannya dengan cara menjalani segala kekhawatiran tersebut.

    2. Gunakan pertanyaan

    Salah satu cara yang saya gunakan adalah memaksakan diri untuk membuat minimal 1 pertanyaan setiap kali saya berada di sebuah forum. Apakah forum itu sebuah training, workshop, meeting atau sekedar diskusi santai, manfaatkanlah dan gunakan untuk mengajukan pertanyaan. Ini melatih keberanian sekaligus kemampuan merangkai kata untuk menciptakan pertanyaan yang baik dan berkualitas. Mungkin pada awalnya Anda berpikir saya tidak punya hal yang ingin ditanyakan. Maka paksakanlah dan Anda akan terbiasa untuk menjadi orang yang aktif dalam setiap forum tanpa harus menjadi dominan. Ingat, tidak ada pertanyaan yang bodoh, jadi jangan pernah malu untuk bertanya.

    3. Refleksi dan Resitasi

    Setiap kali Anda selesai mengerjakan suatu hal, coba refleksikan dengan berbicara sendiri kepada diri Anda sendiri. Dengan cara ini Anda mencoba menerjemahkan apa-apa yang ada dalam pikiran menjadi kata-kata yang harus dikomunikasikan. Proses ini juga mirip dengan melakukan resitasi atau proses pengulangan setelah Anda selesai membaca sebuah buku. Coba ceritakan kepada diri Anda sendiri apa isi buku tersebut. Anda akan melatih kemampuan berbahasa lisan.

    4. Latih Vokal

    Melatih vokal dapat dilakukan ketika Anda sedang sendiri dalam ruangan, di depan kaca, atau bahkan di kamar mandi. Ucapkan kata-kata seolah-olah Anda sedang berbicara di depan orang banyak. Bayangkan ada banyak mata yang memperhatikan Anda. Rasakan kekuatan dari vokal Anda, intonasi yang digunakan, cepat lambatnya suatu kata diucapkan dan seterusnya. Melatih vokal di sini mirip seperti orang berlatih bernyanyi. Anda melatih membunyikan kata dengan benar, dengan intonasi suara yang tepat dan dengan volume yang jelas di dengar tanpa harus terkesan berteriak.

    5. Biasakan berbahasa yang baik dan benar

    Dalam berbicara, ada kalanya kita memakai bahasa slang atau bahasa pergaulan yang akrab. Ini merupakan hal yang biasa dilakukan jika berbicara dengan teman akrab. Namun saya juga menyarankan agar Anda membiasakan berbahasa yang baik dan benar, terutama ketika berbicara dengan orang lain. Dengan membiasakan berbahasa yang baik dan benar, secara natural Anda akan menjadi pembicara alami yang tutur katanya teratur, pilihan kalimatnya pas, alur bicaranya terstruktur dan mudah dimengerti. Dengan demikian, setiap ada kesempatan apapun untuk berbicara di depan umum, secara otomatis Anda dengan mudah dapat melakukannya tanpa harus melakukan persiapan yang banyak.
    Demikian beberapa tips sederhana yang dapat membantu Anda melatih kemampuan berbicara di depan umum. Ingat, practice makes perfect. Kemampuan berbicara di depan publik tidak dimiliki secara tiba-tiba. Anda harus melatihnya, mempraktekkannya, dan terus mengasahnya sampai akhirnya secara alami menjadi pembicara publik yang baik. Selamat mencoba.
    Anda punya tips lainnya atau pengalaman menarik tentang hal ini? Silakan berbagi bersama pembaca lain di kolom komentar.
    Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Memilih Kalimat Pembuka Presentasi


    Pada posting sebelumnya, saya telah menjelaskan bagaimana cara membuka presentasi dengan baik dan menarik sehingga mendapat perhatian audiens. Pembukaan tersebut sangat penting karena menjadi sukses awal dari keseluruhan presentasi.
    Secara ringkas, Anda dapat memilih satu dari beberapa pembuka di bawah:


        • Gunakan humor


        • Gunakan kutipan atau pernyataan


        • Gunakan data atau fakta


        • Gunakan pertanyaan


    Jenis pembukaan di atas berguna sebagai ice breaker dan membangun keterhubungan awal antara Anda sebagai presenter dengan audiens. Jika Anda belum membaca posting terdahulu, silakan dilihat di sini.

    Menyusun Kalimat Pembuka Presentasi

    Setelah Anda menyelesaikan pembukaan, selanjutnya adalah memberi penjelasan awal topik pembahasan. Bagian ini masih dalam pembukaan yang berfungsi untuk memberi gambaran kepada audiens apa saja yang akan dibahas dan bagaimana cara Anda membahasnya.
    Pada posting berikut, saya akan menjelaskan pendekatan dalam menyusun alur presentasi dan bagaimana memilih kalimat pembuka presentasi berdasarkan tujuannya.

    Presentasi Yang Memberi Informasi

    Presentasi jenis ini biasanya berusaha menjelaskan sesuatu yang masih belum familiar bagi audiens. Diharapkan dengan memberikan penjelasan, audiens akan mengerti topik yang dibahas.
    Jika presentasi Anda bersifat memberi informasi (to inform) maka hal-hal berikut perlu Anda sampaikan sebagai pembuka:
    • Apa yang hendak dibahas? (What)
    • Mengapa hal tersebut penting bagi audiens? (Why)
    • Apa manfaat yang didapat dari informasi itu? (Why)
    • Bagaimana memanfaatkan informasi tersebut? (How)
    Misalkan Anda ingin memberikan presentasi tentang pertumbuhan situs-situs Social Network seperti Facebook yang sedang populer dan dampaknya dalam interaksi sosial, maka Anda dapat menjelaskan poin-poin berikut:
    • Apa yang dimaksud situs Social Network? (What – berikan gambaran bagi audiens yang belum mengerti tentang topik yang dibahas)
    • Situs apa saja yang masuk dalam kategori tersebut? (What – memberikan definisi apa saja yang masuk dalam topik pembahasan dan apa yang tidak)
    • Mengapa mengetahui pertumbuhannya menjadi penting buat audiens? (Why – pikirkan hubungannya dengan bisnis, kesempatan, perubahan interaksi sosial, dll.)
    • Bagaimana memanfaatkan informasi tentang pertumbuhan situs Social Network bagi audiens (How – bagaimana memanfaatkannya baik secara bisnis maupun sosial, bagaimana menghindari dampak negatifnya seperti waktu yang terbuang sia-sia atau penurunan produktivitas, dst.)
    Contoh kalimat pembuka untuk presentasi di atas bisa berbentuk seperti ini:
    “Pada presentasi berikut, saya akan menjelaskan fenomena pertumbuhan situs Social Network seperti Facebook, MySpace, Friendster dan lain-lain. Sebelum membahas lebih detail saya akan menjelaskan kriteria yang dipakai untuk menentukan mana situs yang digolongkan sebagai Social Network dan mana yang tidak. Selanjutnya Anda akan mendapatkan gambaran bagaimana pertumbuhan situs semacam itu dan mengapa fenomena pertumbuhannya menjadi isu penting, dalam hal ini menggunakannya sebagai media pemasaran. Pada akhir presentasi, Anda akan mengetahui bagaimana cara memanfaatkan informasi pertumbuhan ini sekaligus menghindari dampak negatifnya.”

    Presentasi Yang Membujuk

    Presentasi jenis ini lazim dipakai jika Anda hendak menjual produk tertentu atau ingin mengajak audiens untuk melakukan suatu tindakan yang diharapkan seperti membuat keputusan atau memberi dukungan.
    Jika presentasi Anda bersifat membujuk audiens untuk melakukan sesuatu (to persuade), maka ada dua pendekatan yang dapat Anda pilih:
    • Pendekatan Problem – Solution
    • Pendekatan Cause – Effect

    1. Pendekatan Problem – Solution

    Pada pendekatan pertama, Anda akan membuka presentasi dengan menjelaskan:
    • Apa problem yang dihadapi? (What)
    • Kerugian apa yang ditimbulkan dari problem tersebut? (Risk)
    • Apa saja pilihan yang tersedia? (Alternative)
    • Apa solusi terbaik yang dapat diberikan untuk menyelesaikannya? (Solution)
    • Mengapa solusi tersebut yang dipilih dan bukan alternatif lain? (Reason for Solution)
    • Ajakan kepada audiens untuk menyetujui solusi yang ditawarkan. (Persuasion)
    Pada pendekatan ini Anda mengungkapkan sebuah problem atau permasalahan dan memberikan solusi terbaik yang dapat dipilih oleh audiens dan mengajak mereka menyetujui usulan Anda.
    Misalkan Anda memberikan presentasi tentang sebuah produk software portal untuk dijual kepada perusahaan, maka pembukaan berikut dapat disampaikan:
    “Pada saat ini, perusahaan-perusahaan mulai beralih dari penggunaan website intranet biasa ke portal.” (What)
    Peralihan ini terjadi karena portal membantu mengintegrasikan berbagai aplikasi yang berbeda-beda di perusahaan dan mengumpulkannya dalam satu tempat. Tanpa penggunaan portal, perusahaan harus mengelola berbagai website terpisah sehingga menyulitkan karyawan yang mengakses-nya.” (Risk)
    Ada banyak pilihan untuk membuat portal perusahaan dan salah satunya adalah apa yang akan saya tawarkan. Kebanyakan solusi yang ada saat ini tidak lain hanya mengumpulkan seluruh informasi di satu tempat tanpa memikirkan bagaimana pengguna sebenarnya berinteraksi dengan informasi tersebut.”(Alternative)
    “Untuk itu solusi terbaik adalah sebuah portal yang mampu menentukan informasi apa yang penting dan perlu untuk ditampilkan bagi tiap pengguna yang berbeda-beda kepentingannya.” (Solution)
    “Berdasarkan peringkat yang dilakukan oleh lembaga survey C-Net, portal yang saya tawarkan memiliki rating tertinggi dalam kepuasan penggunannya.” (Reason for Solution)
    “Untuk itu jika perusahaan ini ingin mengembangkan sistem portal, saya dapat meyakinkan bahwa solusi yang saya tawarkan adalah yang terbaik dalam paling tepat untuk membawa perusahaan ini ke era baru zaman informasi.”(Persuasion)

    2. Pendekatan Cause – Effect

    Pada pendekatan kedua, bentuk kalimat pembuka dapat disusun dengan merangkai hal-hal berikut:
    • Apa masalah yang sedang terjadi?
    • Apa penyebab timbulnya permasalahan tersebut?
    • Apa akibatnya jika dibiarkan?
    • Apa efek lain dari masalah tersebut?
    • Mengapa perlu dicegah?
    • Apa manfaatnya jika dicegah?
    Pada pendekatan ini, Anda diharapkan menjelaskan sebuah permasalahan dan efek yang ditimbulkannya. Presentasi akan memberi kesan yang kuat pada audiens jika Anda mampu memberi penekanan pada dampak negatif jika efek tersebut dibiarkan dan dampak positif jika efek tersebut dicegah.
    Dengan cara ini, sebenarnya Anda berusaha mengajak audiens untuk berpikir dan pada akhirnya menyetujui cara pandang yang ditawarkan bahwa efek yang timbul merupakan hal penting dan patut dipertimbangkan. Anda melakukan persuasi sehingga akhirnya audiens terpanggil untuk melakukan suatu tindakan.
    Sebagai latihan, silakan Anda rangkai kalimat pembuka presentasi dengan pendekatan Cause – Effect dengan memperhatikan item-item di atas.
    Demikian beberapa pendekatan dan contoh yang dapat saya berikan untuk memberi gambaran kepada Anda bagaimana menyusun kalimat pembuka presentasi yang ringkas, padat sekaligus informatif sehingga menarik audiens untuk memperhatikan presentasi Anda dengan sungguh-sungguh. Semoga bermanfaat.
    Anda punya tips atau pengalaman lainnya tentang hal ini?
    Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Membuka Presentasi Dengan Baik


    Presentasi yang baik dimulai dengan pembukaan yang baik. Jika pada kesempatan sebelumnya saya telah menjelaskan bagaimana melakukan persiapan untuk menghasilkan presentasi yang meyakinkan, maka kali ini saya akan membahas bagaimana membuka presentasi dengan baik. Pembukaan yang baik akan sangat menentukan keberhasilan sebuah presentasi sebagaimana pembukaan yang buruk juga akan cenderung membuat presentasi menjadi gagal.

    Sebelum Memulai Presentasi

    Persiapan yang matang adalah kunci keberhasilan. Sebelum memberikan presentasi, periksalah segala kelengkapan yang Anda bawa: laptop, file presentasi, ruangan, proyektor, AC dan segala sesuatunya. Jika Anda menggunakan slide, pastikan slide tersebut dapat ditampilkan dengan baik di layar. Ada kalanya warna yang Anda lihat di depan komputer tidak sama dengan tampilan di layar karena perbedaan setting peralatan. Lakukan penyesuaian yang diperlukan. Jika ada warna yang tidak pas, segera ubah sehingga dapat terbaca dengan jelas dan mudah di layar. Jangan sampai Anda baru mengetahui ada yang tidak beres ketika presentasi telah berjalan. Banyak kejadian seperti ini terjadi bahkan pada presentasi penting dan membuat frustrasi baik presenter maupun audiens.

    Pembukaan Yang Kuat, Audiens Akan Ingat

    Presentasi yang baik dimulai dengan pembukaan yang kuat. Tujuan pembukaan untuk memberi gambaran tentang topik presentasi dan yang apa yang diharapkan sesudahnya. Pembukaan merupakan bagian penting untuk menarik perhatian audiens. Karena itu, rencanakan pembukaan dengan baik. Jika Anda lancar dalam beberapa kalimat pertama,Insya Allah kalimat-kalimat berikutnya akan lebih mudah untuk disampaikan. Akan tetapi jika pembukaan sudah tersendat, biasanya mood Anda juga akan menjadi tidak nyaman dan keseluruhan presentasi bisa gagal.
    Pada saat Anda membuka presentasi, ucapkan salam dengan bersahabat dan tataplah dengan ramah seluruh audiens yang hadir secara bergantian. Berikan senyuman Anda dan rasakan senyuman tulus itu akan mempengaruhi audiens untuk juga tersenyum. Aspek penting di sini adalah ketulusan. Percayalah, jika Anda melakukannya dengan tulus dan bukan karena terpaksa, apa yang Anda sampaikan akan mempengaruhi orang lain.
    Pada tahap ini tidak selalu audiens akan merespon Anda dengan baik. Untuk itu, jangan terpengaruh jika ada audiens yang seolah meremehkan atau tidak peduli bahwa Anda ada di depannya. Kuatkan tekad Anda bahwa nantinya dia akan terpukau menyaksikan presentasi yang dibawakan.

    Menyusun Kalimat Pembuka Presentasi

    Selanjutnya Anda dapat menyampaikan maksud dan tujuan dari presentasi. Jelaskan dengan singkat dan tepat apa yang hendak Anda sampaikan, berapa lama waktu yang Anda butuhkan, dan apa yang Anda harapkan dari presentasi tersebut bagi audiens.
    Berikut salah satu contoh ketika Anda ingin menawarkan jasa sebuah software sistem administrasi kepegawaian di hadapan beberapa manager yang menjadi calon pembeli produk Anda:
    “Selamat pagi Bapak dan Ibu yang saya hormati. Saya sangat senang hari ini mendapatkan kesempatan untuk hadir di hadapan Bapak/Ibu sekalian.
    Dalam waktu 30 menit ke depan, saya akan menjelaskan kepada Bapak dan Ibu sebuah sistem administrasi kepegawaian yang akan membantu Bapak/Ibu mengelola data karyawan secara cepat, mudah dan informatif.
    Di akhir presentasi, saya berharap Bapak dan Ibu akan bisa memahami keunggulan dan manfaat yang didapatkan dari sistem ini serta perbedaannya dengan produk sejenis di pasaran. Dengan demikian, Bapak Ibu dapat memutuskan investasi terbaik bagi perusahaan yang Bapak Ibu pimpin.”
    Perhatikan kalimat di atas. Pembukaan yang singkat, padat dan kuat akan memberi kesan pertama kepada audiens. Anda harus bisa memberikan gambaran yang jelas kepada audiens apa yang akan mereka dengarkan dalam beberapa waktu ke depan dan apa yang diharapkan dari kehadiran dan perhatian mereka. Jika audiens bisa menerima pembukaan Anda, artinya mereka siap memberi perhatian penuh pada kata-kata Anda selanjutnya.

    Pilihan Pembukaan Presentasi

    Ada beberapa pilihan pembukaan yang kuat dan dapat menarik perhatian audiens:

    Gunakan Humor

    Humor baik untuk kesehatan juga baik untuk presentasi. Jika Anda punya sense of humoryang cukup baik, menggunakannya secara wajar di awal presentasi akan membantu mencairkan suasana dan mempersiapkan audiens untuk mendengarkan bagian yang lebih serius dari presentasi Anda. Tapi jika Anda kurang berbakat memberikan humor, jangan memaksakan diri karena akan terasa aneh dan malah membuat audiens tidak nyaman dengan pembukaan Anda.

    Gunakan Kutipan atau Pernyataan

    Ada banyak perkataan orang-orang bijak dan orang-orang terkenal yang dapat Anda pakai sebagai pembuka presentasi. Pilihlah kutipan yang relevan dengan topik presentasi Anda. Kutipan pendek yang memiliki pesan kuat akan mengajak audiens berpikir dan merenung. Dengan demikian Anda mengajak mereka untuk fokus ke dalam materi presentasi Anda. Kadangkala kutipan atau pernyataan yang bersifat kontroversial juga menarik untuk disampaikan di awal.
    Misalkan Anda akan memberikan presentasi tentang “Pentingnya Pendidikan Usia Dini” maka Anda bisa menggunakan kutipan seperti:
    “Tahukah Anda, apa-apa yang dipelajari oleh seorang anak dalam 5 tahun pertamanya akan berdampak besar pada keseluruhan hidupnya sampai dewasa.”
    Kutipan tidak hanya dari perkataan orang terkenal. Anda bisa juga ambil dari artikel koran, majalah atau berita TV. Intinya adalah kutipan atau pernyataan harus mampu menarik perhatian dan menggugah orang untuk berpikir, merenung dan memahaminya dengan baik. Dengan demikian audiens merasa penting untuk mendengarkan kelanjutan presentasi Anda karena mereka akan mendapatkan manfaatnya.

    Gunakan Data atau Fakta

    Penggunaan data atau fakta secara tepat juga akan mampu menjadi pembukaan yang kuat. Data atau fakta bisa menjadi informasi yang dramatis tanpa harus di-dramatisir. Misalkan Anda ingin memberikan presentasi tentang “Pentingnya peran keluarga menjaga proses kehamilan seorang Ibu.” Anda bisa memulai presentasi dengan memberi data atau fakta seperti berikut:
    “Menurut WHO, setiap 1000 kelahiran, ada 10 orang Ibu yang meninggal akibat kehamilan yang tidak mendapat perhatian dengan baik atau proses persalinan yang tidak terjaga.”
    Penggunaan fakta tersebut membuat audiens yang belum pernah mendengarnya untuk memberikan perhatian serius terhadap topik bahasan. Bagi yang sudah pernah mengetahui fakta itu akan menjadi pengingat kembali. Dengan cara ini audiens menyadari bahwa materi yang Anda sampaikan merupakan hal penting sehingga akan mampu mempersiapkan mereka secara mental untuk mendengarkan presentasi secara sungguh-sungguh.



    Gunakan Pertanyaan

    Pertanyaan juga pilihan yang baik sebagai pembukaan presentasi. Secara alami pertanyaan akan membuat orang berpikir dan berusaha mencari jawabannya. Artinya orang akan fokus terhadap topik perhatian. Contoh pertanyaan yang dapat Anda ajukan ketika akan memberikan presentasi tentang “Penggunaan Internet dan Produktivitas Kerja” misalnya:
    “Apakah Anda tahu berapa banyak waktu yang dihabiskan karyawan untuk menggunakan situs Social Network seperti Facebook, Friendster dan sejenisnya setiap hari?”
    “Coba kalikan waktu tersebut dengan 30 hari, lalu kalikan dengan 12 bulan, lalu kalikan lagi dengan jumlah karyawan yang ada di perusahaan Anda. Itulah waktu yang habis dan semuanya dinilai dengan uang akan setara dengan …. % keuntungan perusahaan Anda.”.
    Anda dapat menggunakan 1 buah slide yang berisi gambar atau tulisan untuk memberikan ilustrasi pembukaan presentasi. Gunakan slide dengan isi yang singkat dan gambar yang kuat. Perpaduan antara stimulus visual yang baik dengan pembukaan yang terstruktur dan meyakinkan akan sangat membantu audiens mengingat presentasi Anda dan memberikan support dengan mendengarkan secara sungguh-sungguh dari awal sampai akhir.
    Karena pembukaan ini sangat penting, maka rencanakanlah dengan baik. Jika perlu, latihlah kalimat pembuka tersebut sehingga Anda lancar menyampaikannya secara alami. Pastikan Anda merasa nyaman dengan pilihan kalimat pembukaan sehingga akan berdampak pada  isi utama presentasi.
    Jika Anda berhasil melakukan pembukaan dengan baik, maka tugas pertama dalam memberikan presentasi telah selesai. Anda telah mengantarkan audiens secara mental untuk siap mendengarkan bagian inti dari presentasi. Anda juga telah memiliki rasa percaya diri yang cukup sehingga memudahkan untuk melanjutkan presentasi.
    Demikianlah beberapa panduan yang dapat saya jelaskan terkait pembukaan presentasi. Apa yang saya sampaikan berdasarkan pengalaman pribadi dan masukan dari presenter handal yang pernah saya lihat. Masih banyak cara lain yang bisa Anda gunakan sesuai situasi dan kondisi yang dihadapi.
    Anda punya pendapat lain atau pengalaman pribadi tentang hal ini? Silakan sampaikan pandangan Anda.
    Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati