selamat datang di blog ini gohardline.blogspot.com "explore your self" mencoba menggali potensi diri anda melalui blog ini selamat menikmati semoga bermanfaat. [di support dari beberapa blog yang ada]....contact me : 085723036693

Tentang Blog ini

Ada banyak alasan saya menulis blog, salah satunya adalah untuk berbagi sekaligus mengikat ilmu yang selama ini saya pelajari. Untuk alasan lengkapnya, silakan Anda baca pada posting berikut. Ya, saya merasa telah mendapat manfaat yang banyak dari berbagai hal yang pernah saya pelajari dan diajari oleh guru-guru terbaik. Saya berpikir mungkin hal yang sama akan bermanfaat pula bagi banyak orang.
Blog ini berjudul Explore Your Self. Nama yang dipilih untuk mengajak saya dan Anda pembaca semua melakukan eksplorasi di dalam diri. Menemukan harta berharga yang tersembunyi untuk dikeluarkan dan memberikan manfaatnya. Ibarat sebuah pohon hadir untuk memberikan buah, seorang manusia juga lahir untuk menjalani potensi dirinya, fitrah diri yang akan membawa peran penting di masyarakat.
Dengan tagline personal development tips for everyone, blog ini berusaha memberikan tips-tips praktis terkait pengembangan diri menuju pribadi yang lebih baik.
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Menulis Itu (Ternyata) Mudah

Sabtu, 19 Desember 2009
Menulis
Banyak orang merasa kesulitan dalam menulis. Ada yang tidak punya waktu, ada pula yang tidak punya ide. Bahkan yang lebih menarik banyak orang pintar dan memiliki keahlian di beberapa bidang, tapi kesulitan menuliskan bidang keahliannya. Termasuk ada juga orang yang hebat ketika berbicara, tapi terseok-seok kalau harus menulis.
Benarkah menulis itu sulit?
Apakah menulis hanya untuk orang-orang yang memang memiliki bakat menulis?
Menurut saya menulis itu sebenarnya tidak sulit, bahkan bisa dikatakan mudah. Mengapa demikian? Karena setiap hari sebenarnya Anda sedang menulis. Coba perhatikan setiap hari Anda berbicara, merenungkan sesuatu dalam hati dan pikiran, membuat berbagai perencanaan, pilihan dan keputusan dalam hidup Anda.
Jadi sebenarnya Anda juga sedang menulis sesuatu dalam perkataan, pikiran maupun proses perenungan. Tinggal persoalannya adalah bagaimana mengubah bentuknya ke dalam tulisan yang tercatat. Sesuatu yang bisa Anda baca kembali sebagai pengingat atau menjadi catatan dan pelajaran bagi orang lain.

Hambatan Dalam Menulis

Menurut saya ada beberapa hambatan utama yang menghalangi seseorang dalam menulis:
  • Merasa tulisannya jelek dan tidak menarik
  • Merasa malu kalau tulisan dibaca orang lain
  • Merasa tidak memiliki bakat dalam menulis
  • Kesulitan membuat alur atau struktur tulisan
  • Tidak memiliki gaya penulisan yang khas
  • Tidak memiliki ide atau sesuatu yang bisa dituliskan
Perhatikan tiga hambatan pertama dimulai dari kata “merasa”. Ya inilah problem utama hampir setiap orang yakni rasa minder dan khawatir kalau tulisannya tidak menarik. Padahal apa yang kita “rasa” belum tentu sama dengan kenyataannya. Bisa saja tulisan Anda sangat menarik bagi orang lain tapi “terasa” kurang menarik buat Anda karena memang sehari-hari sudah sangat terbiasa dengan apa yang dituliskan.

Adapun dua hambatan yang berikutnya lebih ke aspek teknis yang bisa dipelajari dan dilatih. Kesulitan membuat struktur tulisan dapat diatasi dengan sering-sering menulis. Lama kelamaan Anda akan terbiasa membuat struktur pikiran secara jelas dan runtut dalam tulisan. Sedangkan gaya penulisan sangat terkait erat dengan kepribadian, buku-buku yang pernah dibaca, penulis yang Anda kagumi, ataupun pemikiran-pemikiran yang Anda yakini. Jangan khawatir kalau sementara Anda cenderung mencontoh gaya tulisan seseorang yang menjadi panutan. Nanti akan ada saatnya Anda memiliki gaya penulisan yang khas.
Lantas bagaimana kalau yang menjadi hambatan adalah tidak punya ide? Come on guys!Ide ada di mana-mana dan sangat berlimpah! Tidak percaya? Coba perhatikan hal-hal berikut:
  • Berapa banyak buku yang pernah Anda baca? Tuliskanlah kembali dengan bahasa dan pemahaman Anda!
  • Berapa usia Anda saat ini? Itulah jumlah pengalaman yang telah Anda miliki. Tuliskanlah pengalaman atau kejadian yang pernah Anda alami dalam hidup!
  • Apa saja yang menarik perhatian Anda saat ini? Tuliskanlah!
  • Apa pekerjaan Anda, hobby Anda, cara Anda mengisi waktu luang? Tuliskanlah!
  • Apa saja kejadian yang Anda hadapi sepanjang hari ini? Apa yang menyenangkan dan apa yang tidak menyenangkan? Tuliskanlah!
  • Apa yang sedang Anda pikirkan atau renungkan? Tuliskanlah!
  • Dan seterusnya
Jika saya harus melanjutkan daftar tersebut tentu akan sangat panjang. Silakan Anda lanjutkan dan buktikan bahwa ide sangat melimpah dan ada di mana-mana. Tinggal kemauan dan tekad menuliskannya.

Pendekatan Dalam Menulis

Ada dua pendekatan dalam menulis:
  • Membuat outline atau pokok-pokok pikiran
  • Langsung menuliskannya di atas kertas atau di depan komputer
Buat Anda yang senang dengan struktur sebelum menulis, silakan catat pokok-pokok pikiran utama yang ingin Anda tuliskan. Misalnya dalam tulisan ini, pokok pikiran yang ingin saya angkat adalah:
  • Banyak orang kesulitan dalam menulis
  • Hambatan utama dalam menulis adalah diri sendiri
  • Bagaimana menjadikan kegiatan menulis itu mudah
  • Dan seterusnya
Setelah Anda buat pokok pikiran tadi, mulailah menulis. Tips umum yang sering diajarkan adalah gunakan otak kanan Anda. Ya, otak kanan berisi kreativitas, seni dan imajinasi sedangkan otak kiri mengatur, menganalisa, dan mengomentari.
Tulis dengan cepat dan jangan pedulikan dulu jika ada kesalahan ketik, kalimat yang tidak sempurna, argumentasi yang kurang kuat, atau pilihan kata yang tidak tepat. Anda bisa mengoreksinya nanti. Biarkan ide tadi mengalir deras dan tuangkan ke dalam tulisan meskipun belum beraturan.

Kesalahan Terbesar Dalam Menulis

Kesalahan terbesar dari banyak orang dalam menulis adalah segera menilai kalimat atau paragraf pertama yang dituliskan, menimbang-nimbang kata-kata yang pas sampai akhirnya macet di sana dan berkesimpulan tidak bisa melanjutkan. Jangan biarkan otak kiri mengatur dan mengomentari terlalu banyak. Fokus pada menuangkan isi pikiran Anda terlebih dahulu.
Setelah selesai baru manfaatkan otak kiri Anda untuk menyusun dan menata sehingga menjadi tulisan yang renyah, berkualitas dan enak dibaca.
Adapun pendekatan yang lain adalah langsung menulis. Cara ini biasanya gaya seniman. Sesekali saya menggunakan cara ini. Yang perlu saya miliki hanyalah judul dan setelahnya saya biarkan jari-jari mengalir di atas keyboard. Apapun yang ingin dituliskannya.
Setelah selesai saya bisa melakukan review singkat atau koreksi jika ada hal-hal mendasar yang perlu diperbaiki. Cara ini biasanya lebih orisinil dan seringkali muncul ide-ide atau pilihan kata yang tidak terduga di tengah-tengah tulisan.
Jadi cara apapun yang Anda sukai, lakukanlah. Yang pasti hilangkan dulu hambatan terbesar yakni diri Anda sendiri. Bayangkan betapa berharganya nanti apa-apa yang Anda pernah tuliskan buat diri sendiri, anak cucu maupun orang lain. Dengan menulis, Anda juga bisa melihat perkembangan diri secara pribadi lewat perubahan dari tulisan Anda seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman.
Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Mencari Ide Untuk Menulis


    Salah satu tantangan seorang blogger adalah bagaimana memiliki ide yang terus menerus melimpah sehingga dapat terus menulis secara teratur. Bagaimanapun juga blogging yang baik adalah menulis secara teratur dengan frekuensi tertentu. Seorang blogger yang tidak mematuhi jadwal menulisnya akan cenderung ditinggalkan pembaca, kecuali dia adalah seorang penulis hebat yang memang sangat dinanti-nantikan setiap karyanya oleh semua orang.
    Ada kalanya menulis terasa sedemikian mudah karena banyaknya ide yang mengalir. Namun ada pula masanya ide menjadi mandeg dan sulit sekali membuat sebuah tulisan bahkan yang pendek sekalipun. Bagi seorang penulis yang berkepentingan menulis secara teratur, tentu masalah ini sangat mengganggu. Apalagi ketika kita punya waktu banyak untuk menulis tapi sayangnya tidak tau apa yang hendak dituliskan.
    Sedikit bercerita pengalaman pribadi, dahulu saya menulis sangat penuh persiapan. Untuk menemukan ide butuh perenungan tersendiri. Biasanya ide yang didapat dimatangkan dulu selama beberapa hari. Tak jarang saya membaca berbagai buku terkait ide tersebut sebelum mulai menuliskannya. Setelah tiba saatnya, saya pun menulis draft pertama, draft kedua, sampai akhirnya tulisan final. Dengan cara ini, proses menulis menjadi cukup panjang dan lama. Bisa memakan waktu 1-2 minggu untuk sebuah artikel 3-4 halaman.
    Setelah mencoba untuk menjadi seorang blogger di awal tahun 2009, saya menggunakan pendekatan yang sedikit berbeda. Beberapa tulisan tentu tetap memerlukan persiapan matang, sedangkan tulisan lainnya ditulis dengan mengandalkan sebaris ide atau judul yang sudah saya persiapkan sebelumnya. Dengan cara ini, saya bisa menulis 2 artikel setiap minggu dengan menghabiskan waktu 2-3 jam. Bagaimanapun juga, waktu merupakan kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan dengan baik di tengah-tengah padatnya kegiatan di kantor maupun kesempatan saya berinteraksi dengan istri dan 3 orang anak di rumah.
    Lantas, bagaimana caranya agar selalu ada ide segar yang siap dituliskan? Cara sederhana yang saya lakukan adalah dengan memiliki buku ide. Buku tersebut mencatat semua ide baik yang matang, setengah matang, atau bahkan baru sebuah lintasan pemikiran. Ada yang berupa kandidat judul sebuah artikel, kutipan dari buku, ungkapan yang menarik perhatian, atau ucapan seorang tokoh. Apapun yang terbetik di benak segera saya tuliskan di buku tersebut. Sedikit koreksi, sebenarnya yang saya gunakan bukan buku, melainkan file Word sederhana berisi seluruh ide tulisan yang saya miliki.
    Dengan cara tersebut, saya bisa memiliki 50 ide tulisan yang siap untuk dituliskan kapan ada waktu dan kesempatan menuliskannya. Jadi setiap kali jadwal menulis di akhir pekan tiba, saya akan membuka catatan tersebut dan memilih mana ide yang paling pas dan sesuai dengan mood untuk ditulis. Tak jarang ketika membaca daftar ide tersebut muncul ide-ide baru lainnya yang semakin menambah koleksi buku ide tadi.
    Dengan demikian, tidak ada istilah ide lagi mandeg. Jika ide-ide yang ada secara rutin dicatat, tak jarang munculnya ide-ide baru lebih cepat daripada waktu yang tersedia untuk menuliskannya. Secara prinsip sebenarnya ide itu selalu ada. Tinggal kapan dan bagaimana Anda akan menuangkannya ke dalam tulisan lengkap.
    Saya kurang menyarankan Anda menggunakan cara seperti yang saya lakukan yakni menggunakan file Word tadi. Cara tersebut ada bahayanya ketika sebuah ide yang bagus bisa hilang karena tidak segera dituliskan. Maklum, tentu tidak setiap saat Anda berada di depan komputer dan siap mencatatnya.
    Untuk itu saya tetap menyarankan Anda agar memiliki sebuah buku saku kecil. Jadikanlah buku tersebut untuk mencatat seluruh ide-ide Anda. Baik yang menarik ataupun tidak. Pada saatnya buku tersebut akan sangat berguna ketika Anda membutuhkan ide menuliskan sesuatu. Atau Anda bisa memadukan seperti yang saya lakukan dengan memindahkan ide-ide dalam catatan tadi ke sebuah file Word agar bisa disortir dan dikelompokkan.
    Lantas, bagaimana jika tetap kehabisan ide? Seperti yang pernah saya jelaskan dalam tulisan sebelumnya berjudul Menulis itu Ternyata Mudah, ada banyak cara untuk mencari ide:
    • Bacalah buku
      Dengan membaca akan membantu membuka wawasan. Tak jarang ketika membaca buku bisa muncul berbagai ide segar yang menarik untuk dituliskan.
    • Kejadian yang Anda alami
      Coba ingat-ingat apa saja kejadian yang Anda alami hari ini. Adakah diantaranya yang memberi inspirasi buat Anda? Atau ada sesuatu hal yang sederhana terjadi dan memberi sebuah pelajaran bagi Anda?
      Coba ingat-ingat pula apa yang terjadi kemarin, minggu lalu, dan seterusnya. Biasanya cukup banyak ide yang bisa digali dengan cara tersebut.
    • Sesuatu yang sedang Anda pikirkan atau menarik perhatian Anda
      Setiap saat tentunya kita berpikir, merenung dan merasakan sesuatu. Coba hening sejenak dan amati apa yang sebenarnya sedang Anda pikirkan, renungkan atau rasakan. Jika ada diantaranya yang layak menjadi ide, catatlah untuk amunisi Anda dalam menulis nantinya.
    • Amati pekerjaan Anda, keseharian Anda
      Meskipun Anda memiliki rutinitas pekerjaan yang sudah sangat biasa buat Anda, bisa jadi didalamnya banyak hal-hal yang berharga yang bisa dibagi dan diceritakan buat orang lain. Perhatikanlah apa-apa yang Anda kerjakan, pengalaman yang Anda miliki, dan keseharian Anda untuk menjadi sebuah ide penulisan.
    Mencari ide harusnya tidak terlalu sulit meskipun tidak bisa dikatakan gampang. Namun yang dapat dipastikan adalah, setiap saat ide tersebut berkelabatan di sekitar Anda. Selama Anda menyadarinya dan segera mencatatnya, Insya Allah akan didapatkan ide yang sangat melimpah untuk dituangkan ke dalam tulisan.
    Selamat mencari ide dan menuliskannya untuk berbagi kepada orang lain.
    Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Membuka Khazanah Diri Lewat Blogging


    Setiap orang terlahir dengan kelebihan dan kekurangan. Setiap orang juga membawa tugas khusus yang unik. Karenanya, tiap orang juga memiliki khazanah yang khas milik dirinya. Khazanah ini akan berbeda antara orang yang satu dengan yang lain.
    Lantas apa hubungan dengan khazanah ini dengan kegiatan blogging?
    Jika Anda membaca tulisan sebelumnya, diantara beberapa alasan saya menekuni kegiatan blogging adalah untuk sharing pengetahuan dan kecintaan saya terhadap dunia penulisan. Terus terang pada awalnya saya ragu apakah nanti bisa menulis hal-hal baru secara rutin. Sempat terpikir apa yang terjadi kalau kehabisan ide? Bagaimana kalau tulisannya tidak bagus dan terkesan dipaksakan? Namun Alhamdulillah ternyata hal tersebut sampai sekarang tidak terjadi.
    Adapun yang saya rasakan dengan kegiatan blogging ini adalah mulai terungkap beberapa khazanah yang saya miliki. Sebagai contoh saya belajar Speed Reading secara otodidak sejak 10 tahun lalu untuk keperluan pribadi agar menjadi pembaca yang cepat dan efektif. Lama kelamaan saya merasa pengetahuan tersebut juga akan bermanfaat buat orang lain. Ini saya sadari dari respon para peserta yang ikut dalam pelatihan Speed Reading yang pernah beberapa kali saya berikan.
    Awalnya saya berpikir hanya akan mampu menulis 2-3 artikel saja tentang topik tersebut diantaranya yang paling awal adalah Speed Reading – How Fast Can You Read?Ternyata sampai hari ini saya telah menulis belasan artikel tentang Membaca Cepat. Bahkan “gara-gara” kumpulan artikel tersebut akhirnya bisa terbit sebuah buku yang menjadi hadiah buat seluruh pengunjung blog ini. Terus terang ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Insya Allah dalam kesempatan lain saya akan menceritakan bagaimana proses penulisan buku tersebut dilakukan dengan waktu yang terbatas.

    Contoh lain adalah saya pengguna aktif Mind Mapping. Setiap kali mencatat hampir selalu saya menggunakannya. Awalnya saya merasa hal tersebut adalah sesuatu yang sederhana. Namun setelah menulis artikel tentang Teknik Mencatat Kreatif Dengan Mind Mapping, saya mulai terpikir bahwa banyak aplikasi dari Mind Map yang telah saya gunakan dan bisa saya ceritakan atau tuliskan untuk memberi manfaat kepada orang lain.
    Itu adalah dua contoh yang paling dekat, masih banyak contoh lainnya seperti:
    Artinya semakin banyak kita menulis maka semakin berkembang ide-ide yang ada. Semuanya saling sambung menyambung membuat satu kesatuan. Pelan-pelan kita akan bisa mengeluarkan beberapa khazanah keterampilan pribadi yang Allah mudahkan untuk dikuasai dan dibagi kepada orang lain. Terus terang hal ini baru saya sadari setelah mulai aktif kembali menggali potensi diri yang selama ini tertutupi dan tidak punya wadah untuk disalurkan. Dengan blogging, saya merasa berkewajiban menulis secara teratur dan konsisten dari waktu ke waktu. Jika dulu saya perlu menghabiskan waktu sampai dua minggu untuk sebuah tulisan, kini jika saya punya waktu luang setengah sampai satu jam maka satu tulisan bisa diselesaikan.
    Karena itu jika saya boleh menyarankan, mulailah menuliskan apa-apa yang Anda miliki. Tulisan dapat berupa buah pemikiran atau perasaan. Anda bisa mengeksplorasi keahlian atau keterampilan unik yang Anda miliki. Mulailah melakukan penggalian terhadap harta terpendam yang ada di diri masing-masing. Seperti yang pernah saya jadikan tag line untuk blog ini yaitu: Explore Your Self – Kenali diri, gali potensi, untuk berbakti.
    Semoga tulisan ini membawa pencerahan buat Anda dan saya untuk menemukan khazanah diri kita. Selamat menggali potensi diri dan berkarya untuk bangsa.
    Silakan berbagi pendapat di kolom komentar.
    Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Apakah Anda Seorang Blogger?


    Terus terang saya sedikit penasaran berapa banyak diantara pembaca blog ini yang juga seorang blogger. Ya, seorang yang memiliki blog pribadi dan secara rutin menuliskan pemikirannya ke dalam blog tersebut.
    Sekarang ini memiliki blog sangatlah mudah. Anda tinggal menggunakan penyedia layanan blog gratis seperti Wordpress.comBlogger.com atau Blogsome.com dan dalam tempo beberapa jam, sebuah blog baru akan terbit. Sebagian orang lebih senang menulis blog di situs pertemanan seperti Multiply.com atau lewat Notes Facebook. Sementara sebagian kecil termasuk saya memilih untuk memiliki domain sendiri yang dapat dikembangkan lebih jauh di masa mendatang.
    Salah satu manfaat terbesar blogging buat saya adalah melatih menulis secara reguler dan konsisten. Sebelumnya saya senang menulis tetapi tidak memiliki waktu khususuntuk melakukannya. Akhirnya yang terjadi adalah saya menulis seadanya atau ada banyak tulisan yang direncanakan tapi tidak selesai. Dengan menjadi blogger, ada semacam “kewajiban” untuk mengisi rumah blog kita dengan content baru secara reguler. Dengan demikian, jika sebelumnya harus memiliki mood terlebih dahulu sebelum menulis, maka sekarang diri sendirilah yang menciptakan mood itu. Kalau dulu mood menulis tidak jelas kapan datangnya, maka sekarang muncul disiplin kapan harus menulis, kapanmenuangkan ide dan kapan menerbitkannya.

    Saya sangat menyarankan para pembaca blog ini untuk memiliki sebuah blog. Anda bisa menulis hal-hal pribadi atau membahas topik tertentu yang menjadi minat Anda. Memiliki blog akan melatih Anda menuangkan ide, mengembangkan keahlian, menganalisa sebuah persoalan, berbagi pengetahuan dan pengalaman, termasuk melakukan personal branding.
    Jika Anda berniat serius dalam kegiatan blogging, saya menyarankan untuk membelidomain dan hosting sendiri. Dengan demikian Anda akan memiliki kontrol penuh terhadap blog tersebut dan bisa melakukan berbagai eksperimen. Blog Anda juga tampil lebih profesional dan menunjukkan identitasnya. Selain itu, semakin lama blog Anda akan semakin diminati oleh mesin pencari seperti Google atau Yahoo!. Dengan memiliki domain sendiri, maka Anda akan mendapatkan manfaat besar dari ranking pencarian. Memang akan ada biaya yang dikeluarkan sekitar US$ 10 per tahun untuk nama domain dan US$ 120 per tahun untuk hosting atau menumpang server. Namun biaya itu akan terkompensasi dengan hasil dan manfaat yang didapatkan.

    Jadi, tunggu apa lagi. Kembangkanlah sisi kreativitas Anda dan mulailah menulis. Jangan khawatir tulisan Anda bagus atau jelek. Seiring dengan waktu, Anda akan semakin luwes dalam menulis dan berinteraksi dengan pembaca. Mari menjadi blogger yang bertanggung jawab dan memberi nilai tambah kepada masyarakat.
    Selamat blogging dan selamat berkarya.
    Ikon ini merupakan link ke situs bookmark sosial dimana pembaca dapat berbagi dan menemukan halaman web baru.
  • Digg
  • Sphinn
  • Delicious
  • Facebook
  • Mixx
  • Google
  • Furl
  • Reddit
  • Spurl
  • StumbleUpon
  • Technorati